lobster air tawar

Untuk membudidayakan lobster air tawar sangat mudah,dilihat dari badannya yang kokoh dan tahan terhadap penyakit,dan tahan segala cuaca.

Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish

Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan atau di ternakan. Harga jual nya yang cukup fantastis, sekitar 150-250 ribu rupiah /kg, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan Cara Budidaya Lobster air tawar yang benar dan baik. Habitat asli Lobster Air Tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau.

Jurus Sukses Budi Daya Lobster Air Tawar

Bisnis Lobster Air Tawar Sangat Prospektif. Handphone di saku Mualim mendering kencang. Dengan tangan yang masih basah.

Bisnis Lobster Air Tawar

lobster air tawar dikenal sebagai hewan yang suka berkelahi setiap kali bertemu satu sama lain sehingga peternak harus jeli dan hati-hati mengatur kolam pemeliharaannya. Setelah mengamati beberapa kali konflik tersebut, para peneliti memisahkan lobster-lobster yang kalah.

Pada periode awal pengeraman

Pada periode awal pengeraman, induk betina yang sedang gendong telur akan melipatkan ekornya dengan erat ke bagian dalam sebagai bentuk perlindungan terhadap telur – telurnya.

Showing posts with label Peternakan Lobster Danau Toba. Show all posts
Showing posts with label Peternakan Lobster Danau Toba. Show all posts

Monday, August 1, 2011

Toba Lake / Danau Toba : Toba Lake Crayfish / Lobster Danau Toba

Toba Lake / Danau Toba

Heboh Soal Lobster di Danau Toba, yg jadi bertanyaan, apakah di Danau Toba terdapat Habitat Asli Lobster Air Tawar, tentu saja tidak, Lobster Air Tawar yang terdapat di Danau Toba merupakan Ulah dari Oknum Inverstor Korea Selatan yang dengan sengaja membuang bibit-bibit lobster ke dalam perairan Danau Toba
setelah izin peternakan Lobster di Danau Toba tidak di keluarkan oleh pemda, berikut kutipannya dari Harian Seputar Indonesia : 


SAMOSIR (SINDO) – Tidak banyak yang tahu,udang lobster sudah berkembang di Danau Toba, khususnya di kawasan Ambarita, Kabupaten Samosir. Saat ini, nelayan setempat telah menuai rezeki dari udang besar ini.

Salah seorang nelayan di Ambarita, S Sitanggang, 45,menyatakan, para nelayan sudah sering mendapatkan tangkapan lobster di Danau Toba sejak beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, nelayan tidak pernah tahu ada udang besar yang hidup di dana ini. ”Kamibarutahusetelahsering mendapatkan tangkapan lobster beberapa bulan ini.Harga jualnya jugalebihlumayanjikadibandingkan dengan ikan mujair,”tuturnya kepada SINDOkemarin. Sementara itu,salah seorang penjual ikan di Pelabuhan Tomok- Samosir,Boru Sirait menyatakan, harga udang lobster dijual Rp30.000 per ekor untuk ukuran besar.

Sementara itu, lobster ukuran sedang antara Rp20.000– 25.000 per ekor. Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDO, keberadaan udang lobster di Danau Toba, khususnya di kawasan Ambarita, diduga berasal dari bibit yang dilepas ke danau ini oleh investor asal Korea Selatan (Korsel). Sebelumnya, investor itu dikabarkan sempat berencana mengembangkan lobster di Ambarita,tetapi batal karena terganjal pengurusan izin dari pemerintah daerah (pemda). “Izin pengembangbiakan udang lobster tidak diberikan pemda karena merupakan jenis hewan predator yang memakan apa saja.

Dikhawatirkan,lobster akan memakan telur-telur ikan mas dan mujair di Danau Toba,” papar Gultom, salah seorang pengusaha yang sebelumnya juga berminat mengembangkan budi daya lobster di Samosir. (mahadi sitanggang)