lobster air tawar
Untuk membudidayakan lobster air tawar sangat mudah,dilihat dari badannya yang kokoh dan tahan terhadap penyakit,dan tahan segala cuaca.
Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish
Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan atau di ternakan. Harga jual nya yang cukup fantastis, sekitar 150-250 ribu rupiah /kg, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan bila dilakukan dengan Cara Budidaya Lobster air tawar yang benar dan baik. Habitat asli Lobster Air Tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau.
Jurus Sukses Budi Daya Lobster Air Tawar
Bisnis Lobster Air Tawar Sangat Prospektif. Handphone di saku Mualim mendering kencang. Dengan tangan yang masih basah.
Bisnis Lobster Air Tawar
lobster air tawar dikenal sebagai hewan yang suka berkelahi setiap kali bertemu satu sama lain sehingga peternak harus jeli dan hati-hati mengatur kolam pemeliharaannya. Setelah mengamati beberapa kali konflik tersebut, para peneliti memisahkan lobster-lobster yang kalah.
Pada periode awal pengeraman
Pada periode awal pengeraman, induk betina yang sedang gendong telur akan melipatkan ekornya dengan erat ke bagian dalam sebagai bentuk perlindungan terhadap telur – telurnya.
Wednesday, August 10, 2011
Waktu yang Tepat untuk Memberikan Lobster / Pakan Red Claw
Monday, August 8, 2011
Cara Makan dan Kebiasaan Makan Lobster Air Tawar ( Omnivora, Bottom Fedder, Nocturnal Animal dan Kanibal )
![]() |
| Omnivora, Bottom Fedder, Nocturnal Animal dan Kanibal |
Menurut Rita Suryani (2005) lobster air tawar tergolong karnivora, yaitu pemakan segala, baik tumbuhan maupun hewan. Lobster air tawar dapat memakan bahan hewani, seperti cacing sutera, cacing air, cacing tanah dan zooplankton. Sementara bahan nabati yang sangat disukai adalah tanaman air, seperti lumut, akar
salada air dan tanaman air lainnya. Menurut Wiyanto dan Hartono (2003) selain pakan alami segar, lobster juga menyukai pakan buatan, terutama pelet. Sedangkan menurut Iskandar (2003), selain lumut dan cacing, lobster juga suka dengan biji-bijian, ubi-ubian dan bangkai binatang.
Sebelum memangsa makanan, lobster mendeteksi makanan itu dengan antena pada kepala, kemudian jika makanan itu sudah sesuai dengan keinginan, mangsa akan ditangkap dengan capitnya yang kuat dan kokoh. Setelah itu, mangsa diserahkan pada kaki jalan pertama, yang berfungsi sebagai tangan, dan siap dikonsumsi. Karena pelet khusus lobster jarang, maka pelet lain juga bisa diberikan, tapi kandungan protein pakan tersebut harus berkisar antara 30 – 40 persen. Menurut Iskandar (2003), jenis pelet komersil untuk lobster air tawar adalah pelet untuk windu dan udang galah. Dosis pakan yang diberikan sebanyak 3 persen/hari dari bobot tubuh.
Dilihat dari kebiasaan makan, ikan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu floating feeder, midle feeder dan bottom feeder. Ikan nila termasuk floating feeder, karena terbiasa makan di permukaan. Tambakan termasuk midle feeder, karena terbiasa makan di tengah perairan. Sedangkan lobster air tawar termasuk bottom feeder, yaitu pemakan dasar.
Selain bottom feeder, lobster juga fasif dalam mencari makan, dan lebih banyak dilakukan pada malam hari, atau dikenal dengan sebutan nocturnal animal. Karena sifat itu, maka pemberian pakan untuk lobster harus lebih banyak untuk malam hari.
satu lagi, lobster air tawar juga termasuk hewan yg mau memangsa sesamanya, alias Kanibal :-)
Sumber : http://usniarie.blogspot.com/2008/04/klasifikasi-dan-morfologi_26.html
Hati-hati WSSV Dapat Menyerang Lobster Air Tawar
![]() |
| Clarkii yg terkena WSSV (terdapat lapisan putih/ white spot pada sekujur tubuhnya) |
Di Indonesia, penyakit WSSV mewabah sejak tahun 1995. WSSV menyerang udang pada semua stadia baik benur maupun udang dewasa. WSSV dapat menyebabkan kematian pada udang hingga 100% selama 3- 10 hari sejak gejala klinis muncul. Namun, di Indonesia penelitian mengenai penyakit WSSV belum banyak dilakukan baik dalam aspek penularan maupun pencegahannya (Alifuddin et al., 2003).
Apalagi setelah di temukannya WSSV pada Lobster Air Tawar di negara bagian Louisiana di Amerika pada tahun 2007, WSSV sangat mematikan, hal ini diketahui dari beberapa penelitian yang menggunakan lobster ait tawar jenis Cherax quadricarinatus / Red Claw (Djauhari, 2005), jenis Procambarus Clarkii (Jha 2006; Wang et al.; 1998) dan jenis Pacifastus leniusculus (Jiravanichpaisal et al., 2001) dapat terinfeksi WSSV melalui oral, perendaman maupun injeksi. Diketahui pada penelitian dengan virus WSSV terhadap lobster ait tawar jenis Pacifastus leniusculus menghasilkan kematian total pada hari ke-10 pasca infeksi (Jiravanichpaisal et al., 2001) sedang lobster jenis Procambarus clarkii mencapai 81 % dalam 18 hari setelah mengkonsumsi pakan udang windu (Penaeus monodon) yang positif WSSV (Wang et al., 1998). Virus WSSV ini mampu menyebar melalui kanibalisme antar udang maupun melalui air yang terkontaminasi (Chang et al., 1996)
Himbauan kepada para peternak, berhati-hati jika menggunakan pakan berbasis udang segar pada Lobster Air Tawar Anda, rebus terlebih dahulu pakan berbasis udang yg akan di berikan, lebih baik repot daripada rugi :D
Saturday, August 6, 2011
Buku Budidaya Lobster Air Tawar
dari Perum Perhutani Jember
http://kphjember.com/files/CARA%20BUDIDAYA%20LOBSTER.pdf
Semoga Membantu
Friday, August 5, 2011
Perbandingan Kandungan Kolesterol Lobster Air Tawar,Lobster Laut dengan Makanan Lainnya
Daging asap | 98 | Sekali-sekali |
Iga sapi | 100 | Sekali-sekali |
Iga babi | 105 | Haram |
Daging sapi | 105 | Sekali-sekali |
Burung dara | 110 | Sekali-sekali |
Ikan bawal | 120 | Sekali-sekali |
Daging sapi berlemak | 125 | Sekali-sekali |
Lemak sapi | 130 | Sekali-sekali |
Lemak kambing | 130 | Sekali-sekali |
Daging babi berlemak | 130 | Haram |
Keju | 140 | Hati-hati |
Sosis daging | 150 | Hati-hati |
Kepiting | 150 | Hati-hati |
Udang | 160 | Hati-hati |
Kerang/siput | 160 | Hati-hati |
Belut | 185 | Hati-hati |
Santan Kelapa | 185 | Hati-hati |
Lemak babi | 200 | Haram |
Susu sapi | 250 | Berbahaya |
Susu sapi krim | 280 | Berbahaya |
Coklat (cacao) | 290 | Berbahaya |
Mentega/margarine | 300 | Berbahaya |
Jeroan sapi | 380 | Berbahaya |
Jeroan babi | 420 | Haram |
Kerang putih/remis/tiram | 450 | Berbahaya |
Telur ayam | 500 | Berbahaya |
Jeroan kambing | 610 | Berbahaya |
Cumi-cumi | 1.170 | Dilarang |
Kuning telur ayam | 2.000 | Dilarang |
Otak sapi | 2.300 | Dilarang |
Otak babi | 3.100 | Haram |
Telur burung puyuh | 3.640 | Dilarang |
ya setidaknya juga harus makan makanan berserat, seperti sayuran, biji-bijian dan rajin ber-olahraga :-)
Perawatan Indukan Gendong Telor pada Lobster Air Tawar
Pada periode awal pengeraman, induk betina yang sedang gendong telur akan melipatkan ekornya dengan erat ke bagian dalam sebagai bentuk perlindungan terhadap telur – telurnya.
Telur ini berbentuk oval dan berdiameter 1/10 inci dan akan dierami indukan selama kurun waktu 4 – 6 minggu.
| Red Claw Gendong Telor (Fase ke 2) |
Fase 2 ( hari ke 12 – 14 ), telur berwarna kecoklatan, coklat muda.
Fase 3 ( hari ke 20 – 23 ), menginjak fase eye spot ( titik hitam pada telur ).
Fase 5, telur telah berubah menjadi burayak yang sudah siap turun gendong ( lepas dari induknya ).
Menempatkan induk betina yang sedang gendong telur dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :
![]() |
| Fase ke 4 |
Pengeraman massal, yaitu dengan cara menempatkan beberapa ekor induk gendong telur ke dalam 1 kolam / akuarium. Beberapa induk gendong telur yang ditempatkan secara bersama – sam ke dalam kolam / akuarium harus mempunyai umur telur yang sama ( minimal berselisih 10 hari )
![]() |
| Gendong Telor Fase ke 5 |
Cara memindahkan yg aman bisa sekalian diangkat dengan pipa sembunyiannya atau menggunakan alat serokan, lakukan dengan hati2 jangan sampai indukan betina terkejut sehingga mengibaskan ekornya, akibat dari pengibasan ekor tersebut telor yg di gendong akan rontok. Lokasi pemindahan juga jangan terlalu jauh.
Jaga kepadatan media karantina, misal satu wadah cuma diisi satu atau beberapa induk betina (tergantung luas media), resiko jika terlalu padat adalah antar indukan sering berganti atau rebutan utk masuk ke lubang sembunyian yg sama sehingga telur dapat rontok karena tercapit oleh indukan yg lain. Sebagai perbandingan, aquarium ukuran 50 x 50 maximum di isi oleh 2 ekor indukan yg sedang gendong telor.
http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/proses-pengeraman-pada-lobster-air.html
http://www.facebook.com/note.php?created&¬e_id=10150136172222518
Kalium Permanganat (PK) sebagai Pengobatan pada Ikan dan Lobster Air Tawar














